Introduction about Hand-Tapping Tattoo

Tattoo tradisional dengan teknik kuno asli peninggalan leluhur yang dikenal secara Internasional dengan sebutan teknik “Hand Tapping” dikenal dan ditemukan tersebar di berbagai wilayah di Nusantara seperti yang masih cukup exist dikenal dunia Internasional yaitu di suku Mentawai dan berbagai suku Dayak Borneo Kalimantan, selain di berbagai penjuru di tanah air yang sama sekali telah punah, seperti di Kepulauan Lesser Sunda (lebih dikenal dengan nama Nusa Tenggara) seperti Sumba, Pulau Rote, Flores, Timor dan sekitarnya, lalu dari Sulawesi, Pulau Nias, Papua.

Tattoo hand tapping memiliki perbedaan yang sangat mendalam dengan tattoo yang dibuat dengan teknik modern dengan mesin tattoo yang digerakkan oleh coil ataupun mesin tattoo rotary.

Jenis karakter sakitnya ditattoo hand tapping dengan ditattoo dengan mesin tattoo modern cukup berbeda. Anda akan dapat mengerti perbedaannya bila anda telah merasakan bagaimana ditattoo dengan mesin tattoo modern.

Ketertarikan akan filosofi tattoo tradisional, tradisi dan budaya tattoo selain juga tingkat ketertarikan haus akan adventure cukup menentukan apakah seseorang tertarik untuk memiliki tattoo hand tapping.

Proses tattoo hand tapping yang sangat mengkonsumsi waktu dan kesabaran membuat jalinan komunikasi antara pembuat tattoo dan si client/pasien semakin intens dan lebih mendalam dibandingkan dengan pembuatan tattoo modern dengan mesin tattoo. Selama proses pembuatannya anda akan terbawa dalam sebuah pengalaman istimewa seakan kembali ke masa silam ketika tradisi tattoo hand tapping ini masih sangat exist. Ritme ketukan dua bilah kayu selama berjam-jam cukup meditatif walaupun anda harus menahan rasa sakit dalam proses pembuatan tattoo tradisional ini, hingga menjadi pengalaman estetis dan spiritual yang selalu dikenang seumur hidup.

 

Cara kerja tattoo hand tapping.

Diperlukan kerja tim yang solid dalam proses pembuatan tattoo hand tapping. Si penato atau yang lebih dikenal dengan sebutan seorang “Tattooist” yang mengendalikan 1 tongkat kayu pendek yang dipasang jarum untuk memasukkan tinta ke dalam lapisan kulit Dermis, yaitu lapisan kulit kedua dibawah Epidermis dengan dipukul 1 tongkat kayu lain secara manual bekerja sama dengan seorang asisten yang dikenal dengan sebutan seorang “Skin Stretcher” yang bertugas menarik kulit si client/pasien hingga cukup terbentang dengan solid.

Proses pembuatan sangat mengkonsumsi waktu. Tingkat kesabaran, konsentrasi dan ketelitian yang sangat tinggi dari seorang “Tattooist” dan “Skin Stretcher”. Adrenalin dan energi yang sangat besar dikeluarkan oleh seorang “Tattooist” dan “Skin Stretcher”, sehingga sangat dimaklumi bahwa akan mengalami kelelahan fisik selama sekitar hingga 2 hari setelahnya.

 

What is "Titi" ?


Titi: (Tattoo in Mentawai language); (in Bahasa Indonesia language: rajah, cacahan)

Motif-motif design tattoo Mentawai pada dasarnya tidak diciptakan untuk ditorehkan pada tubuh secara tunggal atau terpisah dan berdiri sendiri, melainkan secara kontekstual di-design lengkap untuk seluruh bagian tubuh yaitu dada, punggung, sisi rusuk, perut, lengan,  tangan, jari, pinggul, pantat, paha, betis, kaki, leher dan wajah.

Keseluruhan motif dan design terdiri dari garis-garis, titik, palang dan bentuk-bentuk geometris lain dan simetris yang sederhana namun kuat garis-garisnya yang melintang di berbagai bagian tubuh dan sangat merespon seluruh bagian anatomi tubuh manusia.

Setiap motif dan elemen yang ada pada tato Mentawai sangat berelasi kuat dengan cara hidup orang Mentawai, nature dan agama asli animisme di Mentawai yang disebut dengan: Arat Sabulungan.

Arat: Adat             Sabulungan: Daun (simbolisasi dari Alam)

Titi adalah identitas atau tanda pengenal bagi tiap-tiap orang atau tiap-tiap suku di Mentawai dan sebagai busana abadi. Titi adalah sebuah tahap penyempurnaan jiwa dan raga demi mencapai sempurnanya harmony dengan penguasa-penguasa alam dan roh-roh leluhur.
Dalam konsep agama Arat Sabulungan, dikenal tiga penguasa alam utama yang disebut: Taikamua (roh penguasa alam atas atau langit)
Taikaleleu (roh penguasa hutan)
Taikokoat (roh penguasa laut atau air)
Sagu merupakan makanan pokok dan sumber bahan kebutuhan hidup di mentawai. Atas dasar itulah, sebagian tato dimentawai dibuat dengan konsep pohon sagu. Selain itu juga elemen visual yang merepresentasikan tumbuhan dan binatang juga diterapkan sebagai Titi.

Motif Titi bagi laki-laki dan perempuan secara garis besar berbeda, namun ada beberapa bagian tubuh yang sama. Tetapi terdapat perbedaan motif dan bentuk pada beberapa wilayah di Mentawai.

Kini di kepulauan Mentawai, hanya di pulau Siberut saja yang tersisa tradisi tatonya sementara pulau utama lain yaitu Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan dan pulau-pulau kecil disekitarnya telah punah.

 Watch some latest clips you are able to browse on youtube